:: Archives ::
July 2004
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
January 2005
February 2005
March 2005

:: About Me ::
e l m o 8 9 2 4
28 m a y 1984
f e m a l e
m a l a c c a
e l m o 8 9 2 4 @ y a h o o

:: F r i e n d ' s::
|...d r a 6 o n| |...a f i k _ b l u e| |...s n i p e r|
|...i e d a ' s| |...b u d a k b a s a h| |...m a t 'n' m y s|
|...a n a k o m a k| |...d a y u|
|...k a r l| |...a t u l 5 3 5 3|
|...h u d e r| |...m a T B o y|
|...L a d y P r e t t y B a r a|
|...d h i e y| |...m e| |...M r A h a k s| |...o n i z u k a| |...W D 1 2 1|
|...s t r a w b e r r y z| |...G u R L z |

:: W e b s i t e s ::
|...y a h o o| |...p h o t o|
|...g o o g l e|
|...b l o g g e r| |...b l u e h y p p o| |...m e s r a|

:: W o r d s ::
e l m o 8 9 2 4
when we love somebody, we're given our very special piece to them, our heart.. if they dont love the way we do, we will become victims...The Sweetest Dream Would Never Do better life the one i missing will cum back to me

:: S h o u t W i t h M e ::

:: V o t e 4 m e ::




Dezined By e l m o 8 9 2 4






elmo8924


Wednesday, July 28, 2004

Kasih Seorang Ayah

Sejak dulu, radio merupakan salah satu-satunya teman yang selalu  menemani saya ketika sedang mengerjakan tugas, belajar, mahupun bersantai. Tidak pernah bosan rasanya mendengarkan rancangan yang disajikan oleh berbagai stesyen radio.Pernah pada satu malam dulu di sebuah stesyen, sedang  berkumandangrancangan dimana pendengar mengongsi pengalaman hidup mereka. Perhatian saya yang pada mulanya tercurah pada tugas-tugas pejabat beralih ketika seorang wanita bercerita tentang ayahnya. Wanita ini adalah anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana. Sejak kecil dia sering dimarahi oleh ayahnya. Di mata si ayah, tak satupun yang dikerjakan olehnya betul. Setiap hari dia berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan ayahnya, namun tetap sahaja hanya ketidakpuasan si ayah yang didapati. Pada waktu dia berusia 17 tahun, tak sepatah ucapan selamat pun yang keluar dari mulut ayahnya. Perkara ini membuat wanita itu semakin membenci ayahnya. Gambaran ayah yang melekat dalam dirinya adalah seorang yang pemarah dan tidak memperhatikan dirinya. Akhirnya dia memberontak dan sejak itu setiap hari yang dilalui tidak sepi dengan pertengkaran dengan ayahnya.Beberapa hari setelah ulang tahun yang ke-17, ayah wanita itu meninggal dunia akibat penyakit cancer yang tak pernah dia ceritakan kepada sesiapapun kecuali pada isterinya. Walaupun merasa sedih dan kehilangan, namun di dalam diri wanita itu masih tersimpan rasa benci terhadap ayahnya.Satu hari ketika membantu ibunya mengemas barang peninggalan almarhum, dia bertemu dengan sebuah bungkusan yang dibungkus dengan rapi dan di atasnya tertulis "Untuk Anakku Tersayang".Dengan hati-hati diambilnya bungkusan tersebut dan mulai  membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan dan sebuah buku yang telah lama dia idam-idamkan. Di samping kedua benda itu,terdapat sebuah kad ucapan berwarna merah muda, warna kesukaannya. Perlahan dia membuka kad tersebut dan mulai membaca tulisan yang ada di dalamnya, yang dia kenali pasti sebagai tulisan tangan ayahnya."Ya Allah, Terima kasih kerana Engkau mempercayai diriku yang rendah ini Untuk memperoleh kurnia terbesar dalam hidupku. Ku mohon pada Ya Allah, Jadikan buah kasih hambaMu ini orang yang bererti bagi sesamanya dan bagiMu. Jangan kau berikan jalan yang lurus dan luas membentang. Berikan pula jalan yang penuh liku dan duri Agar ia dapat meresapi kehidupan dengan seutuhnya. Sekali lagi  ku mohon Ya Allah, sertailah anakku dalam setiap langkah yang ia tempoh. Jadikan ia sesuai dengan kehendakMu. Selamat ulang tahun anakku, Doa ayah selalu menyertaimu".Meledaklah tangisan si anak selesai membaca tulisan yang terdapat dalam kad tersebut. Ibunya menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi. Dalam pelukan ibunya, ia menceritakan semua tentang  bungkusan dan tulisan yang terdapat dalam kad ulang tahunnya. Ibu wanita itu akhirnya menceritakan bahawa ayah memang sengaja merahsiakan penyakitnya dan mendidik anaknya dengan tegas agar si anak menjadi wanita yang kuat, tegar dan tidak terlalu kehilangan ayahnya ketika ajal menjemput akibat penyakit yang diderita...Pada akhir bicara, wanita itu mengingatkan para pendengar agar tidak selalu melihat apa yang kita lihat dengan kedua mata kita.Lihatlah juga segala sesuatu dengan mata hati kita. Apa yang kita  lihat dengan kedua mata kita terkadang tidak sepenuhnya seperti apa yang sebenarnya terjadi. "Kasih seorang ayah, seorang ibu, saudara-mara, orang-orang di sekitar kita, dan terutama kasih Allah dilimpahkan pada kita dengan berbagai cara. Sekarang hanya tinggal bagaimana kita menerima, menyerap, mengertikan dan membalas kasih sayang itu", kata wanita tersebut menutup bicara pada malam itu.Ya Allah, bukakanlah ke atas kami hikmatMudan limpahilah ke atas kami khazanah rahmatMu,wahai Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kefahamanku.Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku"Seandainya engkau menyampaikan keburukan saudaramu,Jika itu benar, maka bererti kamu sudah membuka aib saudaramu,dan jika itu salah, maka engkau sudah melakukan fitnah "